Let Us Guide You to Reach Your imagination and passion beyond conventional thinking

Wednesday, October 23, 2019

Deflected House 60m2




Nama Proyek: Deflected House 60m2
Lokasi Proyek: Nusa Loka BSD City
Luas Tanah/Bangunan: 72/60 m2
Nama Klien: Bpk
Edy Prakoso 
Tahun: 2019
Arsitek Prinsipal : Yunus Noor Architect




Tampilan fasad yang bisa dibilang berani memang sesuai dengan karakter pemilik yang merupakan pasangan muda. Pemilik ingin memiliki rumah yang berbeda dari rumah-rumah yang ada di sekitarnya. Bagian depan fasad,massa bangunan yang berbentuk  box warna putih dibelokkan (Deflected) sebagai antisipasi terhadap sinar matahari Barat yang cukup signifikan pada sore hari dan pemberian bukaan jendela yang cukup minimalis serta pemakaian plat beton coating hitam sebagai shading terhadap sinar matahari yang merupakan aksen serta eye catching dari komposisi fasad rumah ini.Massa Box itu sendiri adalah kamar tidur utama, sehingga pemilik ingin privasi mereka tidak terganggu oleh pandangan dari depan dandisertakan pula balkon serta taman atap yg juga berfungsi secara termal untuk mendinginkan bangunan.
Penataan ruang di desain dengan bukaan-bukaan yang lebar  sehingga sirkulasi udara dan pencahayaan bisa optimal, kesan optimalisasi ruangpun dapat terjaga . Trik tersebut juga sangat efektif untuk mendinginkan ruang.




Berdiri di atas sebidang tanah yang tidak  luas (72/60 m2), membuat komposisi antara bangunan dan ruang luar dibuat optimal pada sisi kiri bangunan sebagai ruang terbuka hijau. Desain bangunan ini mencoba memasukkan unsur ruang luar kedalam interior bangunan, sehingga mulai dari ruang ruang yang ada di rancang untuk mendapatkan view yang semaksimal mungkin ke areal taman.Dengan hanya 60m2 ini ruang ruang dioptimalisasikan dengan cara pemanfaatan ruang bawah tangga serta pada ruang tidur anak desekat dengan moveble wall yang dapat dilipat sebagai sekat ataupun dibuka untuk keluasan ruang serta furniture seperti tempat tidur ruang tidur anak dan utama yang dapat dilipat keatas sebagai upaya fungsional serta optimalisasi ruangan tersebut.
Bukaan view untuk kamar tidur juga dibuat kearah area taman terbuka di bagian samping. Bidang samping yang menjadi view kamar tersebut .juga oada area tangga dibuat skylight  sebagai pencahayaan alami bangunan.

 

Wednesday, July 3, 2019

House at GreenCove BSD




Nama Proyek House at GreenCove
Lokasi Proyek: GreenCove BSD City
Nama Klien: Bp.F.Ferdinansyah
Luas Tanah/Bangunan:250 m2 /280,55 m2
Status Project: Pra Desain
Tahun: 2018
Arsitek Prinsipal: Yunus Noor Architects



      Konsep dasar bangunan ini mengambil konsep rumah panggung dengan kaidah arsitektur form follow function yaitu bagian bawah dibuat lapang tanpa sekat yang berfungsi sebagai communal space atau ruang bersama,area ini juga digunakan sebagai sarana sosialisai dengan tetangga ataupun saudara seperti kebanyakan budaya timur yang senang berkumpul, area ini juga dibuat tanpa pintu pada area taman belakang dan hanya diberi krey bambu serta pada bagian  yang menghadap pool dibuat dengan pintu lipat.

Konsep massa bangunan juga mengakomodasi konsep rumah panggung yang menggantung   yang berkesan seperti dua massa bangunan dengan penghubung berupa void pada massa bangunan tersebut.
Konsep hubungan antar ruang dibuat sesederhana mungkin dengan flow yang mudah serta tidak tersekat,hubungan antar ruang bawah sebagai public space  dibuat void besar sebagai interaksi dengan ruang privat di lantai dua.
Konsep Fasad bangunan juga menggunakan material sederhana seperti bambu sebagai secondary skin berpadu dengan batubata expose, serta penggunaan material kayu merbau pada tampilan massa bagunan.


      Secondary skin terbuat dari bambu ini selain berfungsi sebagai filterisasi atau mereduksi cahaya sinar matahari yang berlebihan juga sebagi tampilan visual yaitu efek bayangan dan diharapkan memberi kenyamanan suara yang dihasilkan dari resonansi bambu terhadap udara masuk.

     Spacious space( kelapangan ruang)pada lantai dasar berupa living space merupakan inti bangunan yang dikondisikan sebagai comunal space atau ruang bersama tanpa adanya sekat serta besarnya ruang void sehingga tetap terjadi koneksi dengan ruang privat di lantai atas


       Optimalisasi sinar matahari  yaitu dengan mengadakan bukaan cahaya pada bagian void berupa skylight dan dengan menggunakan shading bambu dibawahnya cahaya  serta secondary fasad berupa bambu sebagai filter agar tidak berlebihan cahaya yang masuk kedalam bangunan dan untuk sirkulasi udara adalah dengan bukaan yang lebar pada jendela lantai atas dan pintu lipat yang lebar pada lantai bawah serta bukaan tanpa pintu pada areal taman belakang

 

Thursday, August 9, 2018

Rawamangun TownHouse


Nama Proyek: Rawamangun TownHouse
Lokasi Proyek: Arion Rawamangun Jakarta Timur
Nama Klien: Bpk. Leo.T
Luas Tanah/Bangunan:1470 m2 /133,10 m2
Status Project: Pra Desain
Tahun: 2018
Arsitek Prinsipal: Yunus Noor Architects


Bagi kaum urban Jakarta, kesempatan untuk mendapatkan tempat tinggal yang memiliki aksesibilitas dengan mobilitas yang tinggi kini bisa didapatkan di tengah kota yang memiliki kriteria tersebut.Lokasi ini terletak di daerah Arion Rawamangun Jakarta Timur.

Townhouse ini memiliki lahan seluas 1470m2 dengan memiliki 12 unit townhouse dengan masing masing unit mempunyai luasan persil 7x15 m2 /165m2 Konsep arsitektur modern minimalis yang berkesan Cleany dan sederhana ini yang mendasari sekaligus menjadi jiwa dari rancangan townhouse . Pada bagian fasad, kesan ramah tampak ditonjolkan dengan kaca tempered pada bagian lantai2 dengan ruang tamu pada lantai dasar hingga masuk ke area dalam rumah.



Bukaan jendela dan juga massa bangunan yang tidak menepel pada bagian living room dan dapur hingga lantai atas  juga dimaksimalkan dengan mempertimbangkan letak hunian yang menghadap arah utara dan selatan, yang memungkinkan sinar matahari serta sirkulasi udara  masuk secara leluasa selama satu hari penuh. karakter ruang bawah yang merupakan area public dan semi public dibuat pada area public menggunakan elemen transparan yaitu kaca yang langsung menghadap taman serta tidak adanya sekat yang massif antara area semi public yaitu antara dapur, ruang makan dan ruang keluarga yang memperkuat konsep ruang komunal .Pemakaian bata ekspos menjadikan tekstur dan warna yang berpendar dari dinding batu bata sangat peka dalam merespon cahaya alami maupun buatan, sehingga memberikan efek bayangan menarik yang memperkaya efek visual maupun rasa yang menjadi penyeimbang garis arsitektur modern minimalis yang terkesan dingin. Pada lantai atap dijadikan ruangan (attic)yang juga difungsikan sebagai komunal space yang diinteraksikan dengan ruangan terbuka berupa taman atas (roof garden). 

Tuesday, April 17, 2018

Brand New Company LOGO

Konsep Logo


Dengan semangat perubahan, Yunus Noor Architect mengganti logo yang merupakan Image dari identitas kami untuk membentuk citra atau image agar menjadi lebih Light, simple dan modern.

TampilanKonsep Logo kami hadirkan dengan tetap menggunakan orange sebagai simbol fresh dan up to date dalam gagasan serta ide baru desain yang kami hadirkan.  Logo kami menggunakan font huruf yang light dengan inisial kami yaitu: Y dan N yang merupakan representasi identitas dengan pemakaian warna putih  ke dalam bingkai orange sebagai batasan dari ruang lingkup kami dalam bidang arsitektur serta menyatu dalam background berwarna putih yang melambangkan dasar dari ide kami yang esensial dan out of frame ,tidak mainstream.Egaliter atau kesederhanan inilah yang kami harapkan dapat memberikan kecairan menuangkan segala ide gagasan dalam pemikiran proses kreatif sehingga terbangun keselarasan serta kolaborasi yang saling timbal balik.

BSD LowRise Apartment



Nama Proyek: Low Rise Apartment BSD
Lokasi Proyek: BSD
Status Proyek : Pre Elimenary Design
Luas Tanah/Bangunan: 1710/9315 m2
Nama Klien: Confidential
Tahun: 2016
Arsitek Prinsipal: Yunus Noor Architects



Bangunan apartement ini memiliki konsep Low Rise Apartement dengan  menghadirkan 6 Lantai bangunan dengan unit hunian besar yaitu ; 60 m2, 90 m2 115m2, 135m2, hal ini menanggapi budaya kebanyakan orang Indonesia yang lebih cenderung lebih menyukai bangunan yang tidak terlalu tinggi sehingga terkesan membumi  atau  Landed.

            Kebutuhan Hunian dengan Konsep ini bagi kaum Urban ini menjadi tantangan utama itu harus diselesaikan dalam desain ini yang mempunyai keterbatasan lahan.
Tantangan pertama dimulai dengan penzoningan bangunan dengan perletakan Lantai Basement sebagai fasilitas parkir penghuni dan peletakan  zona unit hunian ini dengan menggabungkan unit tersebut kedalam satu lantai bangunan hingga menjadi typical hingga ke lantai 5 dan lantai 6 kombinasi unit hunian dengan fasilitas swimingpool dan café yang menjadi open roof top Bangunan,  Konsep landed bangunan direpresentasikan dengan void besar yang menjadi iiner court yangserta penunjang bagi disertai sirkulasi vertical berupa lift serta sirkulasi udara.


Tampilan fasad Bangunan tetap menampilkan konsep minimalis modern serta menggunakan plat cutting motif batik sebagai upaya refleksi light dan elegan hinnga hunian ini memang berkesan eksklusif yang tinggi sehingga membentuk tampilan eksterior yang menarik.

Biring House Depok


Nama Proyek: Rumah Beji
Lokasi Proyek: Beji Depok Jl. Biring biring Depok Jawa Barat

Luas Tanah/Bangunan: 108/133,10 m2
Nama Klien: Bpk. Mardiansyah
Tahun: 2017
Arsitek Prinsipal: Yunus Noor Architects
Rumah ini memiliki lahan dengan lebar 6m  dan panjang 8m luasan sekitar 108 m2. Bangunan rumah tinggal dengan lebar 6 m ini untuk tatanan ruang dalamnya rumah ini tetap mengacu pada kaidah rumah sehat yang nyaman untuk di tinggali, dengan pembagian zona public dan privat yang baik, dan dengan pencahayaan serta penghawaan yang optimal.

 Kebutuhan ruang/spasi besar untuk aktivitas keluarga adalah tantangan utama itu harus diselesaikan dalam desain in yang mempunyai GSB 4m dengan sisa lahan terbangun 14 m ke belakang.
Tantangan pertama dimulai dengan penzoningan bangunan dengan perletakan zona ruang keluarga dan dapur serta ruang makan dibuat tanpa sekat dengan sirkulasi udara dengan membuat jalur service yang berada disamping serta taman yang ditempatkan disisi sebelahnya tanpa menempel pada bangunan sekitar yang diharapkan menjadi sirkulasi silang udara dan juga merupakan jalur utilitas bangunan.. Perletakan Zona privat ditempatkan di lantai 2 bangunan juga diupayakan mendapat pencahayaan dan penghawaan yang optimal pula,serta lantai 3 merupakan area roof garden serta area pengembangan bangunan selanjutnya atau bangunan bertumbuh yaitu secara vertical.


Tampilan fasad Bangunan diupayakan minim perawatan dengan mengunakan material bata ekspos yg dibuat menarik serta penonjolan bidang putih pemutus bidang yang datar tersebutjuga sebagai  pembentuk tampilan eksterior yang menarik.